Jalan-jalan ke Seoul (Tips and Tricks)




Lima tahun yang lalu saya gak pernah kepikiran untuk jalan-jalan ke Seoul, Republik Korea. Lima tahun yang lalu, Seoul sama sekali gak ada di dalam list kota-kota yang harus saya kunjungi sebelum umur saya 30 tahun. Namun, Korean wave telah mengubah segalanya. Semenjak saya keranjingan nonton K-variety show, K-Drama dan K-Pop (pastinya) tiba-tiba Seoul ada di list teratas. 

Saya akan memberikan informasi dan insight dan tips dan tricks untuk bisa menikmati Seoul. Semua yang saya tuliskan berdasarkan pengalaman saya ya. Kalau ada yang kurang, monggo bisa ditambahkan di kolom komentar. 


Pembuatan Visa
Pembuatan visa ke Republik Korea lumayan bikin deg-deg-an karena banyak rumor kalo banyak yang aplikasi visanya ditolak tanpa alasan yang jelas. Saya makin deg-deg-an soalnya saya baru banget pindah kerja di pertengahan bulan Agustus, status saya masih PKWT. Untungnya orang HR/GA di kantor baru saya baik, jadi dia bantuin saya ngelengkapin surat-surat. Untuk detil persyaratan aplikasi visa turis (C39) Republik Korea bisa klik disini ya. Sebetulnya prosesnya gampang dan cepet kalau dokumennya lengkap. Sebelumnya, saya telepon ke Kedutaan Besar Republik Korea. Info dari staffnya bukti Surat Pajak Tahunan (SPT PPH 21) itu wajib banget. Gimana kalau hilang atau gak punya tapi udah kerja dan udah punya NPWP? Gampang, bikin aja surat pernyataan yang menyatakan bahwa bukti SPT PPH 21nya hilang atau gak ada karena misalnya baru bekerja di awal tahun 2016. Saya sendiri lampirin surat pernyataan karena SPT PPH 21 yang saya punya saya kirimkan ke kantor pajak pas bikin laporan pajak tahunan. Alhamdulillah aplikasi visa saya lengkap dan visa saya selesai dalam waktu 4 hari kerja. 

Fasilitas Internet dan Transportasi
Di Korea, para turis gak perlu kebingungan dengan akses internet dan telepon. Mereka menyediakan sim card khusus foreigner dan juga egg-wifi yang bisa didapatkan dengan mudah di Incheon International Airport. Saya menyewa egg-wifi KT seharga KRW 8000/hari. Kalau melakukan booking online, bisa mendapatkan diskon. Saya sendiri membayar sebesar KRW 44.000 untuk 8 hari. 

Untuk transportasi, bisa membeli transportation card semacam T-Money atau langsung print kartu sementara di stasiun terdekat. Gak jauh berbeda seperti sistem transportasi di Singapura. Saya membeli T-Money di GS25. T-Money bisa didapatkan di GS25, C4U, atau 7-Eleven. T-Money bisa digunakan untuk subway/kereta, bus, dan taksi. Tapi T-Money tidak bisa digunakan untuk naik KTX ya. 

Penginapan
Saya menginap di Hostel Bong Backpackers yang terletak di Jongno-Gu lengkapnya di 243-3 Changgyeonggung-ro, Jongno-Gu, Seoul 110-552. Saya hanya membayar KRW 105.000 untuk 8 hari 7 malam. Tempat penginapan saya ini benar-benar strategis lho! Dari Incheon bisa langsung naik Airport Bus #6011 dengan harga KRW 10.000 dan langsung turun di perhentian bus Sungkyungkwan University (Sungkyungkwan Daehakgyo/성균관대학교) seberang hostelnya. Letaknya berdekatan dengan Changgyeonggung Palace, Sungkyungkwan University, Hyewha University, dan Hyewha Station. Untuk menuju ke tempat-tempat turis seperti Gyeongbokgung, Changdeokguk, Changgyeonggung, Jongmyo Shrine, The Great King Sejong Statue, Insadong dan Bukchon Village bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Selain strategis, common room dan kamar mandinya juga bersih. Poin tambahan lainnya, karena lokasinya yang dekat dengan kampus jadi banyak banget resto-resto dengan harga murah dan enak (banyak dedek-dedek lucu juga tentunya hihihi). Saya sangat sangat merekomendasikan kalian untuk menginap di Bong Backpackers jika kalian punya rencana untuk jalan-jalan di Seoul.

Makanan
Selama di Seoul, saya hanya 3x makan-makanan Korea karena saya bosan dan makanan Korea yang otentik tuh kurang mecin. Pilihan makanan Korea yang Muslim-friendly sebetulnya cukup banyak. Bisa makan tteokbokki (떡볶이), veggie kimbap (야채김밥), Bibimbap (비빔밥), dan Samgyetang (삼계탕) yang bisa ditemuin dibanyak tempat. Kalian bisa pergi ke Itaewon kalau memang ingin mencoba makanan korea yang otentik dan punya sertifikasi halal dari Korea Muslim Federation seperti Eid dan Muree. Di Nami Island kalian juga bisa cobain makanan dengan sertifikasi halal. Saya sendiri beberapa kali makan di restoran yang sebetulnya tidak punya sertifikasi halal, tapi saya pilih makanan seafood dan sayuran. Alhamdulillah, menggunakan hijab tuh betul-betul membantu saya. Tanpa saya harus bilang kalau saya gak makan daging, penjual makanannya langsung memilihkan makanan yang bisa saya makan dan memberitahukan makanan yang gak bisa saya makan. Saya rasa mereka sudah dapat pendidikan mengenai Muslim Friendly Restaurant yang sedang hangat-hangatnya dipromosikan oleh pemerintahan Korea. Kalau kalian punya pertanyaan seputar makanan dan minuman dari Korea yang halal atau tidak, bisa tanya-tanya di Facebook Page Halal Korea

Menikmati Seoul Seperti Orang Lokal
Disini saya tidak akan membahas tempat-tempat populer seperti Namsan Tower, Nami Island, Everland, dsb. Saya akan lebih kasih informasi mengenai tempat-tempat hip di Seoul yang sering dikunjungi oleh orang lokal. FYI, tidak semua tempat yang saya list disini saya kunjungi ya. Karena memang rasanya 7 hari itu tidak cukup untuk mengeksplorasi Seoul



1. Line Friends Flagship Store
Kalian bisa temukan Line Friends Flagship Store di Myeongdong, Garosugil, dan Itaewon. Favorite saya di Itaewon. Why? Karena di Itaewon lebih besar dan lebih banyak spot untuk fotonya. Kalau kalian pecinta Line Friends Character, this place is heaven for you! Di lantai 3, ada cafe dimana kalian bisa foto bersama karakter Line Friends dan minum kopi bersama.

Addresses:
Myeongdong: 9, Myeongdong 8na-gil, Jung-gu, Seoul, Korea (Myeongdong Station Exit 6)
Garosugil: 535-15, Sinsa-dong, Gangnam-gu, Seoul, Korea (Sinsa Station Exit 8)
Itaewon: 126 Hangangno-dong, Yongsan-gu, Seoul, Korea (Itaewon Station Exit 3)

2. Kakao Friends Flagship Store
Nah, kalau kalian lebih sering menggunakan Kakaotalk daripada Line, pasti kalian lebih familiar dengan characternya. Saya gak tau tempat ini ada dimana lagi selain di Gangnam. Tapi, Kakao Friends di Gangnam itu benar-benar ramai. Bahkan kalau mereka lagi launching tema baru, untuk masuknya harus antri lho.

Address: 429 Gangnam-daero, Seocho 4(sa)-dong, Seocho-gu, Seoul (Gangnam Station Exit 10)



3. Gentle Monster Flagship Store
Gentle Monster adalah brand sunglasses dan glasses. Yang bikin Gentle Monster menjadi tempat yang harus dikunjungi adalah Gentle Monster mendesain tokonya dengan konsep 'pertunjukan seni'. Banyak instalasi yang bagus dan instagram-able. Setiap flagship store punya tema tersendiri. Saya mengunjungi flagship store yang di Sinsadong. Flagship store Gentle Monster juga bisa ditemukan di Hongdae, Nonhyeon, dan Bukcheon. Saya penasaran bangen sama yang di Bukcheon karena temanya 'Bathhouse'. Next time saya harus kunjungi semua flagship store Gentle Monster. Kalau mau lihat lengkapnya bisa klik disini.

4. Innisfree Jeju House: Green Cafe
Penggemar k-beauty pasti udah familiar banget sama Innisfree, tapi kalian mungkin belum familiar sama cafenya Innisfree. Lokasinya ada di Samcheongdong. Disini mereka tidak terlalu banyak menyediakan produk make-up, lebih banyak skincare. Untuk produk innisfree tersedia di lantai dasar. Green Cafe tersedia di Lantai 2&3. Cukup banyak pilihan makanan dan minuman yang disediakan oleh Innisfree. Saya mencoba Pink Lemonade, Banana Cake, dan Banana Smoothie (tbh, saya lupa nama-namanya hehe).

Address 104 Samcheong-ro, Jongno-gu, Seoul (Anguk Station Exit 6)

5. Common Ground 
Common ground adalah Pop-up Mall yang dibangun dari tumpukan-tumpukan container. Terletak di area Konkuk University. Jujur saja, saya tidak sempat mengunjungi Common Ground. Banyak cafe-cafe, fashion store, stationary, etc di dalam area Common Ground. Menurut saya ini adalah salah satu lokasi yang sering dikunjungi oleh anak-anak muda korea.

Address: 
 17-1 Jayang-dong, Gwangjin-gu, Seoul, South Korea (Konkuk University Station Exit 6)

6. Hongik University (Hongdae)
Untuk yang belum tau, Hongdae adalah singkatan dari Hongik Daehakgyo (Hongik University). Hongik University adalah Universitas di Korea yang terkenal dengan fakultas keseniannya. Mungkin kalau di Jakarta kayak IKJ gitu kali ya? Area sekitar Hongdae menyediakan dunia malam yang belum pernah saya temukan sebelumnya. Banyak anak muda yang menunjukan bakatnya seperti cover dance, nge-rap, nyanyi, main keyboard, main gitar, ngeband, etc. Makanan yang disediakan di Hongdae juga beragam. Saya nyobain nasi goreng mozzarella dan itu enak banget :D



7. Garosugil, Sinsadong
Garosugil terkenal sebagai tempat anak gaul. Garosugil menyediakan banyak tempat belanja dan juga cafe dengan desain yang unik. It is a must to visit Garosugil! Saking banyaknya tempat lucu disini saya jadi bingung mau rekomendasiin yang mana.

Sebetulnya saya masih mau tulis banyak. Tapi saya sudah capek, daripada saya gak post ini lebih baik saya post saja. Oh iya, mohon maaf kalo tidak banyak foto-foto. Saya sebetulnya tidak berencana menulis blog jadi saya tidak banyak ambil banyak foto. For more pictures, please do visit my instagram.


See you in my next post!






You May Also Like

0 comment(s)